SuaraBanyuurip.com -Â
Bojonegoro- Kepolisian Resort (Polrest) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan rel kereta api di Kelurahan Jetak, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/10/2015) siang tadi, masih dalam proses penyelidikan.
“Sedang dalam penyelidikan anggota kita,” kata Kasatlantas Bojonegoro, AKP, Anggi Saputra di RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, Minggu (18/10/2015).
Karena itu pihaknya belum menentukan tersangka dalam kecelakaan maut yang terjadi sekira Pukul 11.30 WIB siang tadi. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ada dugaan kelalaian yang dilakukan penjaga palang pintu sehingga menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut.
Saat ini, Polres Bojonegoro sedang memeriksa sejumlah saksi – saksi. “Tapi tetap akan kita lakukan pendalaman lagi. Saksi – saksi sedang kita kumpulkan untuk dimintai keterangan,,” imbuhnya.
Sebagamana diberitakan, akibat kecelakaan itu tiga orang meninggal dunia, dan 13 orang mengalami luka-luka. Sejumlah saksi mata dan korban selamat mengaku, jika palang pintu perlintasan tetap terbuka meski kereta sudah dekat dengan perlintasan. Bahkan sirine tanda kereta akan melintas tidak berbunyi.
Para korban tersebut adalah rombongan pengajian dari Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, yang akan mengikuti haul di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Tulungagung.(roz)