SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Suhu dan kelembaban udara di wilayah Desa Gayam dengan Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur tingkat ketinggian suhunya terlihat berbeda. Perbedaan itu, sesuai dengan angka yang tertera di papan alat monitoring suhu dan kelembaban udara yang dipasang oleh operator proyek Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Hasil pantauan suarabanyuurip.com, menyebut, sabtu (17/10) kemarin, sekira jam 13.13 WIB, alat monitoring di halaman Baldes Gayam menunjukan T : 38.8 C, dan RH : 18.9 %. Sedangkan, alat monitoring di halaman Masjid Dusun Ledok, Desa Mojodelik menunjukan T : 40.3 C, dan RH : 26.6 % pada hari Minggu (18/10/2015) sekira jam 13.13 WIB.
Hal ini, sebagai bukti bahwa tingkat suhu panas antara yang dekat Flaring dan yang jauh bisa terlihat nyata perbedaannya.
“Jangankan di Mojodelik dan Gayam yang dekat dengan Flaring, di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam yang agak jauh saja panasnya luar biasa, Mas,” kata Rahayu, warga Bonorejo kepada suarabanyuurip.com, Minggu (18/10/2015).
Dia menjelaskan, selain panas, dampak polusi debu juga dirasakan oleh warga sekitar proyek.
“Kalau siang hari cuaca panas, dan ada angin banyak debu yang terbang dihempas angin membuat warga tentunya juga terganggu,” jelasnya. (Sam)