SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dikabarkan insiden kebakaran terjadi di wilayah pertambangan minyak tradisional, kawasan Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di sumur 10 yang dikerjakan oleh penambang tradisional dibawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora PT Blora Patra Energi (BPE), Jumat (23/10/2015) malam.
Untuk mengatasi kobaran api, Pertamina dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerjunkan Patugas Pemadam Kebakaran (PMK) kelokasi kejadian.
Kepala Satpol PP Kecamatan Kedungtuban, Tulus Sunarko, menuturkan, kobaran api mulai terlihat sejak pukul 16,00 WIB. Api mulai membesar saat jelang shalat magrib. Sedangkan, Mobil PMK datang sampai lokasi kebakaran sekira habis shalat isya. Kebakaran terjadi diduga adanya aktifitas Flowing dari sumur tua.
“Informasinya, adanya tekanan dari dalam sumur tua. Sehingga mengakibatkan semburan dan terbakar,” katanya saat dihubungi suarabanyuurip.com melalui telepon.
“Api tidak bisa dipadamkan dengan air biasa. Menurut petugas harus dengan air busa atau air boom,” lanjutnya.
Dijelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, karena lokasinya berada jauh dari pemukiman warga.
“Untuk sumur tua lokasinya berada di Gunung,” jelasnya.
Informasi yang diperoleh, hingga berita ini diturunkan api belum bisa dijinakkan. (Ams)