SuaraBanyuurip.com -Totok Martono
Lamongan – Dari sekitar 23 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tidak ada satupun yang mencapai kelas Pertamina Platinum yang merupakan great tertinggi standart Pertamina Pasti Pass.
“SPBU Lamongan saat ini baru mencapai tingkatan Pasti Pas Silver,” kata Pengurus Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana) Lamongan, Abdul Haris Yahya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (29/10/2015).
Untuk menjangkau Pertamina Platinum belum memungkinkan karena persyaratan yang harus dipenuhi cukup banyak dan membutuhkan modal sangat besar. Sedangkan Lamongan sendiri terkatagori kota kecil.
“SPBU Lamongan jelas kesulitan mencapai Pertamina Platinum. Setahu saya di seluruh Indonesia hanya terdapat 12 SPBU yang berpredikat Pertamina Platinum,” ungkap Yahya.
Untuk mencapai tingkatan Pertamina Platinum cukup banyak standar yang dipatok PT. Pertamina (Persero). Diantaranya dilokasi SPBU harus terdapat retail yang menjual produk nasional dan internasional. Sedang retaik yang berlokasi di SPBU tersebut merupakan mitra kerja PT. Pertamina.
Sementara untuk standar di bawah Pertamina Platinum yaitu Pertamina gold, Pertamina Pasti Pas Silver yang mayoritas saat ini dimiliki SPBU di Lamongan, diantaranya yaitu harus dilengkapi dengan toilet, musholla, mini market dan rest area.
“Status Pertamina Gold dan Silver bisa diturunkan menjadi Cabut Pasti Pas hingga Pertamina Way. Jika SPBU dianggap tidak lagi layak saat dilakukan auditing setiap bulannya,” imbuh Yahya. (tok)