Rekrutmen Naker J-TB Setiap Desa Tak Sama

sosialisasi rekind di Dolokgede

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Gaung proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) kian melejit. Terlebih jelang dikerjakannya proyek Engineering Procurement, and Construction (EPC) Gas Processing Fasility (GPF) oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Salah satunya adalah terkait dengan perekrutan tenaga kerja (Naker) maupun keterlibatan kontraktor lokal sekitar proyek setrategis nasional yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Dinas Perindutrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Suprianto, mengatakan, jumlah perekrutan naker yang didapat setiap desa dimungkinkan tidak akan sama. Karena melihat dari letak jauh dekatnya desa dengan lokasi proyek atau yang biasa disebut ring satu dan dua. Artinya desa ring satu akan mendapatkan lebih banyak dan ring dua sedikit.

“Misalnya Desa Bandungrejo dengan Desa Tambakrejo pastinya tidak sama. Karena Desa Bandungrejo ring satu dekat lokasi proyek, sedangkan Desa Tambakrejo jauh dari lokasi,” kata Agus Suprianto saat memberikan penjelasan diacara sosialisasi rencana kerja dan rekrutmen naker GPF J-TB di Balai Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Selasa (27/3/2018) kemarin.

Baca Juga :   Produksi Gas J-TB Tunggu Kesepakatan Harga

Sementara Camat Tambakrjo, Sukemi berharap, keterlibatan warga lokal sekitar proyek J-TB bisa maksimal. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga baik yang di ring satu maupun dua khusunya, dan masyarakat se Kabupaten Bojonegoro umumnya.

Selain itu, pria berkulit sawo matang ini berpesan, agar masyarakat jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya. Baik terkait rekrutmen naker maupun yang lainnya. Tapi perlu adanya kroscek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

“Jadi tanyakan dulu ke pihak desa, kecamatan, dan disperinaker. Bila perlu langsung ke pihak Rekind. Tujuannya jika informasi jelas maka akan menghasilkan suatu yang jelas pula. Tapi jika tidak jelas tentu akan membingungkan diri sendiri,” imbuhnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *