Alumni SMPP Bojonegoro Bantu Air Bersih

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro – Bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengundang kepedulian Yayasan Alumni Sekolah Menengah Persiapan Pembayaran (YA SMPP) untuk membantu 10 tanki air bersih di empat desa di Kecamatan Temayang, Sabtu (31/10/2015).

Empat desa itu adalah Desa Pandantoyo, Kedungsari, Bakulan, dan Kedungsumber. Kegiatan sosial ini diprakarsai Brigjen TNI Wardiyono yang bekerjasama dengan Kodim 0813 Bojonegoro.

Salah satu pengurus YA SMPP, Rini mengatakan, YA SMPP merasa teketuk hati mendengar berita dari berbagai media tentang kondisi warga Bojonegoro yang kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi ini telah berlangsung selama dua bulan.

“Semoga dengan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga di sini,” kata Rini kepada suarabanyuurip.com di sela-sela dropping air bersih.

Gunasri, (45), warga Dusun, Sitimulyo, Desa Kedungsari, mengaku senang mendapat bantuan dropping air bersihi. Sebab dari lima sumur yang ada sumber airnya telah menipis. Sehingga warga harus antri berjam jam hanya untuk mendapatkan satu pikul air dengan jarak 1 kilometer.

Baca Juga :   Penetapan UMK Bojonegoro 2021 Masih Tunggu Rapat Pleno Terakhir

“Biasanya harus mengantre sampai malam hari,” ucap Gunasri.

Menurut Pasri, warga lainnya, setiap hari harus mengambil air dari sumur untuk minum. Namun air yang didapat tidak seberapa karena harus berebut dengan warga yang lain.

“Sedangkan untuk mandi dan cuci kami memanfaatkan cublikan air di sawah,” sambungnya.

Untuk diketahui, wilayah Temayang merupakan daerah yang paling parah dilanda krisis air bersih. Meskipun Pemkab Bojonegoro sudah menggelontorkan air bersih secara berkala namun warga masih menunggu dropping air bersih karena air yang dikirim masih jauh dari kebutuhan.

Akibat kondisi itu tak jarang warga harus membeli air pada penjual air yang berkeliling desa dengan harga mencapai Rp130.000 untuk digunakan selama 25 hari.

YA SMPP adalah Yayasan yang didirikan oleh para alumni Sekolah SMPP Bojonegoro yang anggotanya anak-anak asli Bojonegoro. Mereka kebanyakan merantau di luar Bojonegoro namun selalu memantau situasi dan kondisi kabupaten kelahirannya. (win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *