SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Sejumlah warga yang melintas jembatan di perbatasan Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari dengan Dusun Sogo, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegor Jawa Timur berharap segera ada perbaikan terhadap kondisi Jembatan yang sudah mulai rusak.
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Gayam dengan Purwosari itu dinilai membahayakan, karena kayu krepyaknya sudah rapuh. Ironisnya, sampai saat ini tak kunjung ada perhatian dari para pemangku kebijakan.
“Sudah lama kondisinya seperti itu, tapi belum ada perbaikan,†kata Arif, warga Desa Ngrejeng kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/11/2015).
Padahal, lanjut dia, selain warga setempat, jembatan tersebut juga kerap dilalui para pekerja proyek yang ikut bekerja di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam. Dia mengungkapkan, dengan adanya jembatan tersebut, jarak tempuh antara Kecamatan Gayam ke Purwosari relative lebih dekat.
“Kalau memutar bisa sampai 10 kilometer,†imbuhnya.
Menurut Ali, warga lain, selain sebagai jalan alternative, jembatan tersebut juga sering digunakan melintas siswa siswi sekolah. Sebab, tidak sedikit pula warga Kecamatan Gayam yang bersekolah di sejumlah sekolah di Kecamatan Purwosari.
“Alangkah lebih baik kalau jembatan itu segera dibangun. Karena banyak anak sekolah juga yang sering lewat,†tuturnya.
Pantauan dilapangan, kondisi jembatan hanya terbuat dari pagar samping kanan kiri dari besi dan kayu sebagai ‘krepyak’ sudah mulai rapuh. Sedangkan, panjang dan lebar kurang lebih 30 x 2,5 meter. Tak hanya warga, sejumlah pekerja proyek pun juga kerap melintas jembatan tersebut. (Roz)