SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Selama tiga tahun PT Tripatra berada di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procureman and Construktion (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu. Ribuhan warga Gayam yang pernah bekerja di PT Tripatra Engineering And Constructors maupun Subcon, mendapatkan tiga bekal dari Tripatra.
Ketiga bekal tersebut adalah bekal pengetahuan (knowledge) yang diperoleh dari training-training yang telah diberikan, bekal ketrampilan (skill) yang diberikan melalui penempatan kerja di bidang tertentu, serta bekal perilaku (attitude) yang telah diberikan melalui kedisiplinan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Communications Specialist PT Tripatra Engineering and Constructors, Fajar Shodik, saat ditemui suarabanyuurip.com di rumah Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu disela-sela acara silaturahmi Tripatra, Senin (02/11/2015).
‘’Sejak tahun 2012, ketika Tripatra masuk Gayam dan merekrut tenaga kerja (Naker) lokal, seluruh pekerja mendapatkan bekal pengetahuan melalui training. Selain itu, pekerja lokal juga mendapatkan bekal ketrampilan melalui penempatan kerja sesuai dengan bidangnya, serta mendapatkan bekal perilaku melalui aturan kedisiplinan,’’ ungkap Shodik.
Shodik menjelaskan, melalui pembekalan tersebut, pasca proyek Banyuurip, para pekerja lokal telah memiliki pengetahuan, ketrampilan serta kedisiplinan yang bagus, sehingga lebih terbuka peluangnya untuk masuk di proyek-proyek Migas di tempat lain. Baik di Bojonegoro maupun luar daerah, bahkan di luar negeri.
‘’Namanya proyek, ada awal pasti ada akhir. Seperti kita membuat rumah, kalau rumahnya sudah jadi, nggak mungkin juga kita akan terus membangun rumah tersebut. Begitu juga keberadaan kami di Gayam, pasti akan ada batas waktunya,” katanya sembari memberi contoh.
“Harapan kami, sepeninggal Tripatra dari Gayam, tenaga kerja lokal yang sudah mendapatkan bekal tersebut, akan lebih mampu bersaing dengan pekerja-pekerja migas dari daerah lain,’’ tandasnya.
Shodik, mengingatkan, para pekerja lokal yang saat ini masih bekerja di Proyek Banyuurip, agar mau menimba ilmu sebanyak mungkin dari rekan kerja maupun para senior mereka, yang datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.Â
‘’Kami yakin, jika tenaga lokal mau terus belajar, keahlian mereka akan terus bertambah, sehingga jika ada proyek migas di Bojonegoro atau pun di daerah lain, tenaga kerja lokal yang telah bekerja di Tripatra akan jauh lebih siap dibandingkan mereka yang belum pernah bekerja di proyek migas. Hanya saja semua bergantung pada masing-masing individu, apakah mereka mau belajar atau tidak,” pungkasnya. (Sam)