Lumpur Tinja Ancam Lamongan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Persoalan limbah domestik di masa mendatang tidak hanya akan menjadi masalah di kota besar dengan penduduk yang padat. Persoalan serupa juga bisa mengancam bagi kota kecil seperti Lamongan, Jawa Timur.

Mengantisipasi persoalan limbah domestik ini, Dinas PU Cipta Karya Lamongan menyiapkan road map pengelolaan air limbah domestic di Kota Lamongan. Muaranya adalah pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (UPTD IPLT) di tahun 2016.

Rencana pembentukan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Yuhronur Efendi dalam pembukaan Workshop Pelatihan Kelompok Kerja Sanitasi dan UPTD Penyusunan Roadmap Pengelola Air Limbah Domestik di Grand Mahkota, Selasa (3/11/2015).

Penyusunan road map itu sendiri bekerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH).

“Saya selaku mewakili Pemkab Lamongan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IUWASH, yang selama ini telah melakukan pendampingan dalam meningkatkan pelayanan sanitasi terhadap masyarakat,“ ujar Yuhronur Efendi.

Baca Juga :   Warga Merasa Diombang-ambing JOB PPEJ

Komitmen kerjasama tersebut, imbuh dia, karena Kabupaten Lamongan juga ingin mencapai target telah ditetapkan dalam Millenium Development Goal’s (MDG’s), yang 100-0-100 di bidang sanitasi. Yakni 100 persen pelayanan air bersih, 0 persen pemukinan kumuh dan 100 persen pelayanan air limbah domestik.

Regional Coordinator IUWASH, Laksmi Cahyaniwati, mangatakan, workshop tersebut akan memberikan penguatan kelembagaan serta penerapan Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, menyusun data awal, membedah dan mereview existing pengelolaan air limbah domestik.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyusun road map pengelola air limbah (PAL) domestik, menyusun rencana PAL domestic dalam Renstra dan RPJMD serta membangun komitmen bersama antar SKPD terkait termasuk penganggaran dana menuju layanan prima bidang sanitasi,“ jelas Laksmi Cahyaniwati.

Sementara Kepala Dinas PU Cipta Karya Moch Wahyudi, menjelaskan, air limbah yang dimaksud adalah air limbah pemukiman yang terdiri black water dan grey water. Black water adalah air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari tinja manusia, urine, dan air pembersih. Sedangkan, grey water adalah air limbah domestik yang berasal dari cucian dapur dan pakaian.

Baca Juga :   Hasil Uji Kualitas Udara Bebas di Bojonegoro Memenuhi Baku Mutu

“Dana yang telah digulirkan dalam bidang Pengelolaan Air Limbah Domestik sampai dengan tahun 2013 mencapai sebesar Rp6.495.000.000,“ jelas Wahyudi.

Wahyudi, menyebutkan, tantangan sanitasi di Kabupaten Lamongan. Seperti pengelolaan air limbah domestik dengan system on-site individual (tangki septic) di Kabupaten Lamongan masih mencapai 62 persen. Sedangkan yang menggunakan sistem komunal (MCK, MCK++) sebesar 2,3 persen.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *