SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Formalitas SKK Migas, Didik Sasono, meminta kepada operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan sosialisasi kepada tiga penawar calon pengganti tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang lolos verifikasi pada lelang beberapa waktu lalu.
“EMCL harus memberikan sosialisasi kepada tiga penawar calon tanah pengganti TKD, tahapan berikutnya setelah terpilih seperti apa,” tandas Didik saat hearing di Komisi A DPRD Bojonegoro bersama EMCL, Camat dan Pemdes Gayam, BPN dan eksekutif, Senin (2/11/2015).
Didik menegaskan, EMCL harus memberikan penjelasan kepada tiga orang penawar sehari sebelum rekomendasi dan hasil tes kesuburan tanah diserahkan. Penjelasan itu terkait tahapan apa saja yang harus dilakukan termasuk administrasi dan keuangan oleh pemenang.
“Pemenang harus bergerak dan menyiapkan diri untuk anggaran yang harus dikeluarkan,” tandasnya.
Para penawar itu, harus sadar dan menyiapkan diri termasuk anggaran untuk proses kedepan. Kalau tidak siap lebih baik mundur saja.
“Jangan sampai menjadi penghambat,” tukasnya.
Hal ini dikarenakan, jika nantinya terpilih menjadi pemenang namun ternyata tidak siap dari segi anggaran dan lainnya, maka saat dilakukan peta bidang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak akan bisa bekerja.
“Apalagi, pengukuran di lapangan harus menghadirkan semua pihak yang berkepentingan,” tandasnya.
SKK Migas siap mengawal hasil musdes ini baik di tingkat Bupati sampai dengan Gubernur Jawa Timur. Dengan meminta dukungan moril dan mengatur jadwal ke pihak Provinsi supaya Gubernur mendukung percepatan ini.
“Kita buktikan bisa bersinergi, bukan ribut-ribut dengan saling menyalahkan satu sama lain,” tutupnya.(rien)