SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojongoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyarankan kepada perusahaan yang nanti akan terlibat di proyek Unitisasi Ladang Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) untuk tidak memandang remeh warga desa ring satu.
“Saya sarankan, baik itu operator J-TB, Pertamina EP Cepu (PEPC) maupun perusahaan lain yang nanti terlibat di proyek J-TB jangan meremehkan warga ring satu, yaitu warga Bandungrejo,” kata Kasun Bandungrejo, Wanuri, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Saran ini dilakukan, agar perusahan tidak termakan bisikan dari belakang oleh oknum-oknum tertentu yang akan membuat keruhnya suasana nanti. Salah satunya adalah tentang perekrutan tenaga kerja (Naker) baik Security maunpun lainnya.
“Apalagi perekrutan Security sangat rawan konflik jika tidak berhati-hati mengambil keputusan. Misalnya, jika yang dibutuhkan security 6 orang dengan syarat usia 18 tahun sampai 30 tahun jangan kemudian dirubah mendadak dengan berbagai alasan,” ungkapnya.
Lain itu, aturan yang saklek dengan berpatokan harus punya sertifikat perlu juga dipertimbangkan bagi warga terdampak langsung. Seperti memprioritaskan warga ring satu juga harus menjadi pertimbangan, karena warga yang dekat lokasi tentu sebagai penerima dampak langsung.
“Saya pribadi tidak punya motif apa-apa, tetapi secara Pemerintahan tentulah memperjuangkan masyarakat Bandungrejo untuk bisa terlibat. Agar tidak dipecundangi oleh warga dari luar daerah,” tegasnya.
“Intinya, perusahaan nanti jangan sampai “mencla-mencle” jika tidak ingin muncul gejolak. Apa yang saya sampaikan ini hanya sebagai saran saja, Mas. Jika tidak direspon ya tidak masalah, tapi kalau ada masalah ya sebaliknya nggak perlu minta bantuan ke Pemdes Bandungrejo,” tutupnya. (Sam)