SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur segera memiliki embung. Fasilitas irigasi yang akan dibangun Dinas Pengairan Bojonegoro itu untuk mendukung pengairan setempat.
“Saat ini sudah dalam proses pengurukan, kurang lebih satu bulan embung bisa digunakan,” ujar Kepala Desa Katur, Sukono, saat ditemui di ruang Angling Dharma dalam acara peningkatan pemahaman masyarakat terkait manajeman pengelolaan sumber daya air, Rabu (4/11/2015).
Selama musim kemarau kebutuhan air untuk pertanian setempat masih terpenuhi dengan menggunakan air bawah tanah meski hanya sebagian kecil saja. Sehingga, dengan adanya embung bisa membantu petani mengairi sawah pada masa tanam kedua.
“Luas lahan pertanian di Desa Katur ada 40 hektar yang masih produktif,” tandasnya.
Pembangunan embung dilakukan disekitar sawah yang jauh dari sumber mata air dan mengalami kekeringan jika musim kemarau tiba. Ukuran embung tersebut 1 hektar dengan kedalaman 4 meter.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan, Edi Susanto menyebutkan,untuk memenuhi kebutuhan pertanian di seluruh Bojonegoro, membutuhkan 800 juta kubik air. Sedangkan jumlah konservasi sumber daya air yang tersimpan dalam tanah sebesar 600 juta kubik dan curah hujan hanya ekitar 300 juta kubik dalam satu tahun.
“Jadi kebutuhan air untuk pertanian masih kurang 200 juta kubik,” ungkapnya.
Untuk mencukupi kebutuhan air tersebut, Pemkab Bojonegoro saat ini mengintensifkan waduk Gongseng dan Pejok. Selain itu, mendukung Balai Besar Sungai Bengawan Solo untuk memanfaatkan solo valley untuk kebutuhan irigasi.
“Langkah lain adalah perbaikan saluran irigasi, cek dam, embung dan pengendalian daya rusak air maupun penyaring air,” pungkasnya. (rien)