SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Program pembibitan Kaliandra yang digadang-gadang Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini seperti tidak ada artinya. Bahkan, aparatur desa terkesan tidak mau tahu dengan gagalnya program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
“Tidak hanya pembibitan Kaliandra saja, tapi program lainnya juga gagal total dilaksanakan,” kilah Kepala Desa Ngampel, Pujianto, saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/11/2015).
Pujianto menyatakan, program pembibitan benih ikan, ternak, tanaman buah, dan lainnya tidak ada yang berhasil dikembangkan oleh masyarakat. Rata-rata baik tanaman, ikan, maupun ternak yang diberikan ke masyarakat semuanya mati.
“Ya sudah, mau diapakan lagi. Kalau ada program lagi tapi gagal ya bagaimana lagi. Lebih baik fokus pada pembangunan pasar desa yang lebih bermanfaat,” ujarnya enteng.
Saat disinggung lokasi pembibitan pohon Kaliandra yang dibuat mesum saat malam tiba, Pujianto justru melempar tanggung jawab kepada Pemdes Wedi yang memiliki tanah tersebut. Padahal, lokasi itu masih terdapat sisa-sisa polybag pembibitan dan pohon Kaliandra yang mati.
“Itu bukan wilayah saya, tapi Pemdes Wedi,” ujarnya singkat.
Dikonfirmasi terpisah, Field Manager (FM) JOB P-PEJ, Junizar, mengaku belum mengetahui gagalnya beberapa program CSR di Desa Ngampel salah satunya pembibitan Kaliandra ini karena masih berada di Jakarta.
“Gagal? Wah, saya belum dengar soal itu. Saya sedang di Jakarta rapat anggaran dengan SKK Migas,” tandasnya. (rien)