Kekeringan di Lamongan Kian Meluas

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Dampak kemarau berkepanjangan tahun ini membuat kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kian meluas.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, memasuki awal November jumlah desa yang mengalami kekeringan dan sulit air bersih mencapai 81 Desa yang tersebar di 14 Kecamatan.

“Belum bisa dipredisikan kapan musim kemarau akan berakhir. Yang pasti kemarau panjang dampak dari El-Nino,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Dalam beberapa hari mendung disertai angin kencang sering tampak menjelang sore hingga malam hari, tapi hujan yang diharap tak kunjung turun.

“Setiap sore hingga malam hari selalu mendung, Mas. Tapi ndak pernah turun hujan,” ujar Prayitno, warga Desa Karangtinggil, Kecamatan Pucuk.

Prayitno dan warga lainnya berharap hujan segera turun agar bisa segera memulai bercocok tanam.

“Musim bercocok tanam diundur dua minggu ini karena tak kunjung turun hujan,” sambung Karlan, warga lain. (tok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *