Proyek J-TB Jadi Solusi Mantan Naker Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Bojonegoro – Ratusan tenaga kerja (Naker) proyek Migas Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur yang terkena surplus (Pengurangan) atau habis masa kontrak kerjanya mulai memutar otak untuk mencari peluang agar bisa terlibat di proyek Unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) nantinya.

“Kalau proyek J-TB nanti dimulai tentunya kami juga akan mengadu nasib untuk bisa terlibat, Mas,” kata Paridi, warga Kecamatan Ngasem, Bojonegoro yang mengaku pernah kerja di proyek EPC-1, Banyuurip kepada suarabanyuurip.com, Jumat (06/11/2015).

Dia mengaku, saat ini masih sebatas angan-angan upaya untuk bisa terlibat di proyek J-TB, karena sampai saat ini proyek Sumur Gas yang dioperatori Pertamina EP Cepu (PEPC) tersebut belum ada tanda-tanda akan dimulai pengerjaannya, dan masih taraf pembebasan lahan.

“Mudah-mudahan saja pembebasannya segera klir dan langsung dimulai start pengerjaan proyeknya. Sehingga, warga sekitar tidak lama nganggur pasca pengurangan naker Blok Cepu,” ungkapnya.

Dengan segera dikerjakannya proyek J-TB tentu akan kembali mengurangi pengangguran warga sekitar proyek migas. Baik di wilayah Kecamatan Ngasem maupun Gayam. Akibat dampak dari pengurangan Naker proyek Migas Banyuurip, Blok Cepu.

Baca Juga :   DPRD Ingatkan EMCL Tak Perbudak Rakyat Bojonegoro

“Semoga saja proyek J-TB lekas dikerjakan. Dengan begitu, jumlah pengangguran yang ada bisa kembali terkurangi,” sambung, Hariyono, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. (Win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *