Antisipasi PHK Besar-besaran dari Proyek Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro  – Pemutusan hubungan kerja (PHK) menjelang berakhirnya proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip, Blok Cepu, menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Karena berakhirnya mega proyek ini akan diikuti membludaknya pengangguran di Bojonegoro, khususnya di desa-desa di wilayah Kecamatan Gayam.

“Kami mengawal tenaga kerja yang akan berhenti bekerja dengan memberi sosialisasi,” tegas Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui di kantornya, Senin (9/11/2015). 

Sosialisasi itu untuk memotivasi para tenaga kerja agar tetap optimis dan bisa mendapatkan pekerjaan lainnya meski tidak lagi di proyek Blok Cepu. Karena masih banyak peluang pekerjaan yang didapat asal mereka memiliki kemauan kuat.
 
“Kami juga menghimbau supaya mereka tidak  melakukan protes,” tandasnya.
    
Adie menyebutkan, saat ini  jumlah tenaga kerja di EPC 1 Banyuurip masih ada  7.000 orang baik dari lokal Bojonegoro maupun luar  Bojonegoro yang akan berakhir masa kontraknya akhir 2015. Sementara di EPC 5 ada sekitar 2000 orang.
         
“Dalam kurun waktu dua bulan ada sekitar 1.000 tenaga kerja yang habis kontraknya di EPC 1,” lanjut Adie.
    
Dia berharap, tenaga kerja dari  Blok Cepu yang berakhir masa kontraknya masih memiliki harapan untuk kembali bekerja dengan adanya proyek pengembangan unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (TBR), yang rencananya akan dimulai awal 2016.
    
“Kami juga menggelar berbagai pelatihan yang dilaksanakan setiap tahunnya,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Soal Keluhan Warga, PEPC Pastikan Eksploitasi Gas JTB Sesuai Standar Keselamatan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *