SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Penjualan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lamongan, Jawa Timur mulai terdongkrak seiring dengan banyaknya petani yang hendak bercocok tanam.
Sejak seminggu terakhir sebagian wilayah di Lamongan mulai diguyur hujan. Memasuki musim penghujan tersebut banyak petani yang menyerbu SPBU membeli bahan bakar solar untuk kebutuhan mendiesel air atau membajak sawah dengan traktor.
“Sejak tiga hari ini banyak petani membeli solar untuk kebutuhan menanam padi ” kata operator SPBU Babat Ali, kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/11/2015).
Para petani yang membeli solar datang dari desa-desa di Kecamatan Babat dan sebagian lagi dari desa di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Mereka membeli solar dengan menggunakan Jerigen berkapasitas 30 liter.
“Pembelian rata-rata 30 liter hingga 60 liter per orang,” tambah Ali.
SPBU Siman, Kecamatan Sekaran juga mulai diserbu pembelian solar dari petani. Selain pembelian perseorangan, petani juga melakukan pembelian kolektif.
“Yang membeli kolektif adalah petani HIPPA atau arealan, sekali membeli bisa ratusan liter solar,” ujar pengawas SPBU Siman, Yahya.
Selama ini pihak SPBU melayani berapapun kebutuhan solar petani karena mereka membawa dan menunjukkan surat rekomendasi dari Muspika setempat.
Dengan masuknya musim penghujan SPBU mengalami peningkatan penjualan solar 20-30 persen. Berbeda saat musim kemarau lalu dimana penjualan solar turun drastis karena banyak petani yang membiarkan lahan pertaniannya bero (tidak ditanami). (tok)