Mewujudkan Mimpi Petani Tebu Lamongan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Menurut Direktur Operasional PT Kebun Tebu Mas (KTM) Agus Susanto, PT KTM memiliki mesin mutakhir yang ramah lingkungan, efisien dan zero waste. Mesin-mesin tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 12 ribu  Ton Cane Per Day (TCD) dan masih bisa diperluas hingga 20 ribu TCD.

Selain produk berupa gula berkualitas SNI, dia juga menyebut ada produk turunannya berupa ethanol dan pupuk organik.

“Untuk suplai energy, PT KTM memiliki pembangkit dengan kapasitas 40 MW. Dengan kebutuhan pabrik yang hanya berkisar hingga 20 MW, sisanya akan dikerjasamakan dengan PLN,” ujarnya.

Dengan mesin mutakhir itu, rendeman tebu bisa lebih terukur. Dia juga memastikan PT KTM akan melakukan sistem beli putus untuk tebu petani.

Sehingga begitu tebu petani masuk pabrik, petani langsung menerima uang. Tidak seperti sistem selama ini, dimana petani sampai berbulan-bulan baru menerima uang.

Realisasi tanam tebu Lamongan sampai dengan Bulan September 2015, seluas 3.726,6 hektar. Tahun 2014, luas area tanamnya mencapai seluas 3.837,98 hektar.

Baca Juga :   PDIP Dukung Pengesahan Raperda Sistem Pendidikan Keagamaan

Tahun 2014, dari area tanam seluas 3.837,98 hektar, menghasilkan 3.845,3 ton tebu, dengan produktivitas mencapai 1.002 kuintal perhektar. Sedangkan produksi hablurnya (gula sukrosa yang dikristalkan), mencapai 310,827 kwintal dengan produktivitas sebesar 80,99 kuintal per hektar.

Produksi hablur tersebut didapatkan dari rata-rata kualitas rendemen yang sebesar 8,08 persen. Sedangkan di tahun 2015, dari luas areal tanam tebu yang mencapai 3.726,6 hektar. Sampai dengan September 2015, telah dipanen seluas 1.181,1 hektar dengan jumlah produksi mencapai 896 ton dan produktivitas sebesar 759 kw/ha.

Di Lamongan, tanaman tebu yang ditanam adalah tebu sawah tegal yang ditanam di daerah kering dengan mengandalkan pengairan saat musim penghujan. Selama ini, tebu sawah tegal produksi Lamongan dijual kepada Pabrik Gula Djombang Baru dan Pabrik Gula Gempol Kerep.

Dari jenis skema pembiayaannya, terdapat dua jenis petani tebu di Kabupaten Lamongan. Yakni Tebu Rakyat Kredit (TR-K) yang biasanya mendapatkan kredit dari bank dengan fasilitasi dari pabrik gula. Kemudian Tebu Rakyat Mandiri (TR-M) atau non kredit.

Baca Juga :   Cepu Jadi Pusat Ekonomi Blora

Berdasar data tahun 2014, sebagian besar pola pembiayaan tebu di Lamongan menggunakan fasilitas TR-K dengan areal tanam mencapai 3.411.680 hektar. Sementara sisanya, seluas 426.300 hektar menggunakan skema TR-M. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *