TPPI Tekan Impor BBM 39 Persen

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Setelah bertahun-tahun vakum, kilang minyak milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kembali beroperasi. Beroperasinya kilang ini dipastikan impor BBM bisa dikurangi hingga 39 persen dari kebutuhan BBM nasional.

Pengoperasian kilang di kompleks TPPI tersebut, ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (11/11/2015) siang. Tampak hadir dalam prosesi tersebut, ibu negara Ny Iriana Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut Pertamina Dwi Soetjipto, Dirjen Migas Kementrain ESDM IGN Wiratmaja, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Sebelumnya kilang TPPI mati suri hingga sekitar 4 tahun. Kevakuman tersebut terjadi, setelah tarik ulur tentang kepemilikan saham. Kini mayoritas saham TPPI sekitar 54 persen dikuasi PT Pertamina. Sejak itu pula kilang tersebut dioperasikan kembali.

Menurut Presiden Jokowi, setelah pengoperasian TPPI di Tuban pemerintah mentargetkan kuota impor premium dan solar bisa dipangkas hingga 40 persen, sehingga menghemat uang negara sekitar Rp2,6 miliar dolar setiap tahun.

Baca Juga :   Perundingan Warga dan JOB P-PEJ Buntu

Sementara itu, Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan, kilang minyak TPPI setelah keluar dari belitan finansial kembali beroperasi di bawah kenali Pertamina. TPPI mulai memproduksi BBM jenis Premium dan Solar.

Selama sebulan beroperasi, tambah mantan Dirut PT Semen Indonesia ini, TPPI mampu memproduksi bahan bakar jenis ron 88 atau premium sebanyak 70 ribu barel per hari. Jumlah tersebut masih 70 persen dari target akhir tahun 2015 sebanyak 100 ribu barel per hari. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *