Pengajuan Anggaran Jembatan Kedungjenar Ditolak

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Jajaran Komisi C DPRD Blora, Jawa Tengah, menilai rencana pengajuan pembangunan Jembatan menghubungkan antara Kelurahan Kedungjenar dan Kelurahan Beran Kecamatan Blora terkesan dipaksakan. Bahkan pengajuan anggaran tersebut pernah ditolak. Banyak yang akan dikorbankan dari pembangunan Jembatan yang melewati Kali (Sugai) Lusi tersebut.

Ketua Komisi C, Iffah Hermawatri, didampingi para anggota mengaku, pernah menolak pengajuan anggaran pembangunan Jembatan penghubung Kelurahan Kedungjenar dengan Kelurahan Beran.

“Tahun kemarin pengajuan anggarannya, kami tolak,” ungkap Iffah Hermawatri, kepada surabanyuurip.com.

Ditolaknya pengajuan anggaran pembangunan Jembatan, karena melihat ada kesan dipaksakan. Lantaran tidak disiapkannya sarana pendukung yang layak.

“Kami melihat banyak yang akan dikorbankan,” katanya.

Dia menilai untuk membangun Jembatan saja, anggaran Rp4 Miliar yang diajukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memang cukup. Namun, untuk studi kelayakan, persiapan sarana pendukung lainnya, bisa melebihi angka Rp6 Miliar.

“Termasuk ganti untung untuk warga yang terkena dampak pembangunan Jembatan,” tandasnya.

Menurut dia, sampai sekarang belum ada penjelasan tingkat Urgennya dari DPU.

Baca Juga :   DPC Kongres Advokat Bojonegoro akan Laporkan Bawaslu ke DKPP Jatim

“DPU juga belum bicara, kesiapan Jembatan seperti apa,” ungkapnya.

Dari komunikasi yang pernah dilakukan Komisi C dengan DPU, lanjut dia, salah satu latarbelakang rencana tersebut adalah kepadatan lalulintas.

Sementara itu, Plt DPU Blora, Bondan Sukarno, saat dikonfirmasi melalui ponselnya menjelaskan, rencana pembangunan jembatan tersebut adalah usulan kepengurusan Dewan yang lama.

“Untuk tahun anggaran 2016, kami usulkan kembali karena banyak masyarakat yang kembali menanyakan. Dengan anggaran Rp4 M,” ujarnya.

Usai dibangun Jembatan tersebut, menurut Bondan, akan ada tahapan lainnya. Seperti jalan di lorong-lorong dan lingkungan akan dipercantik.

“Mengenai dampak sosial tentu akan dicarikan solusinya,” ungkapnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *