EMCL Tetap Perhatikan Aspek Keselamatan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pengoperasian fasilitas pengambilan air Sungai Penunjang Produksi (Raw Water Intake/RWI) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, tampaknya, segera dimulai. Hal itu ditandai dengan adanya sosialisasi pengambilan air Sungai Bengawan Solo di Balai Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (13/11/2015) kemarin, oleh operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat sekitar. Agar warga tahu tentang mekanisme pengambilan air sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Dalam kegiatan ini kami tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan pekerja, masyarakat maupun lingkungan sekitar,” tegas Rexy kepada suarabanyuurip.com, Jumat malam.

Sebelumnya, Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta Wilayah Bengawan Solo pernah menyatakan, jika pemanfaatan air Sungai Bengawan Solo terbesar untuk industri adalah kebutuhan di Lapangan Banyuurip, di wilayah Kecamatan Gayam. Yakni sebanyak 600 liter per detik untuk kebutuhan injeksi puncak produksi.

Nantinya dalam pemanfaatan air sungai Bengawan Solo oleh EMCL, mewajibkan melakukan pengambilan air di saat musim penghujan. Sehingga, pada kemarau bisa menampung air di waduk yang kini telah di sediakan di dalam lokasi proyek. 

Baca Juga :   EMCL Akui Kontraktornya Tak Kordinasi

Air dari Sungai Bengawan Solo di wilayah Sudu akan disedot kemudian dialirkan menggunakan pipa menuju waduk buatan. Waduk ini diperkirakan memiliki daya tamping 2,7 juta meter kubik atau setara 3 milyar liter air. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *