SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sebanyak 14 tim dari perusahaan tambang seluruh Indonesia mengikuti kompetisi bergengsi Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) ke-20 yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (16/11/2015).
Menurut Ketua rescue Pertambangan Nasional, Mangantar S. Marpaung, peserta tersebut merupakan resceue tambang dibawah kementrian Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Bukan hanya dari pertambangan saja, lanjut dia, mereka juga berasal dari pembangkit listrik.
“Selain pemadam api kebakaran di perusahaan masing-masing, mereka juga Rescue ketika tejadi bencana alam,†ungkapnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (16/11/2015).
Dia menjelaskan, setiap tahun pihaknya mengadakan pertandingan tersebut berkeliling dari perusahaan tambang satu dan lainnya.
“Baru kali ini kita melaksanakan di pusat latihan,†kata Marpaung yang juga penanggung jawab IFRC ini.
Ada 14 tim dari total 30 tim se-Indonesia yang ikut bertanding dalam kompetisi IFRC. “Saat ini memang sengaja kami batasi, karena akan memakan waktu cukup lama,†ujarnya.
Selain berkompetisi, menurutnya, hal itu dilakukan juga untuk mengeveluasi standart Fire and Rescue masing-masing perusahaan tambang.
“Jangan sampai ketika terjadi kebakaran ada alat yang tidak standart. Ketika terjadi kebakaran jangan sampai ada baju petugas yang terbakar,†tandasnya.
Dalam kompetisi tersebut pihaknya mendatangkan juri dari kementrian ESDM, Basarnas dan juri asing. Tim akan menjadi Rescue di masing-masing perusahan.
“Semua itu untuk menjaga standart pertandingannya. Lain itu, kalau terjadi bencana, saat kita panggil mereka pasti datang dengan membawa alat-alat yang dibutuhkan,†ungkapnya usai mengikuti IFRC.
Pada dasarnya, lanjut dia, penyelenggaraan IFRC bukan sekadar kompetisi, melainkan juga peningkatan kapasitas untuk membantu masyarakat.
“Manfaatnya bukan perusahaan sendiri tapi juga nasional karena standartnya sama,†ujarnya.
Marpaung, menjelaskan, sebelum melakukan pertandingan tim dan juri melakukan gelar alat untuk memeriksa kesiapan alat tim. Jika ditemukan yang tidak standart maka akan ditahan.
“Dan tim dipersilahkan pinjam pada tim lain. Tapi sampai sekarang belum ditemukan alat yang tisak standart,†jelasnya saat kesempatan Gelar alat.
Penilaian lain yang dilakukan, adalah saat pelaksanaan pertandingan yang dilaksanakan selama seminggu. Bagaimana memadamkan kebakaran, Bagaimana Rescue korban kebakaran, bagaimana merencanakan rescuennya dan bagaimana melakukan tindakan.
“Untuk memastikan, aman atau tidak, kalau tidak aman maka stop,†ungkapnya.
Sekadar diketahui, IFRC tersebut dimulai hari ini Senin tanggal 16 hingga tanggal 22 November 2015. (Ams)