Bulog Siap Ganti Raskin Berkutu

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Kepala Gudang Bulog Wire, Kabupaten Tuban, mengaku siap mengganti Beras Miskin (Raskin) berkutu yang telah beredar di Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penggantian tersebut akan dilakukan selama 1×24 jam setelah mendapat laporan dari masyarakat, Rabu (18/11/2015).

“Apabila berasnya berkutu, dan sebagian menjadi tepung akan diganti,” kata Kepala Gudang Bulog Wire, Tuban, Bejo, saat ditemui Suarabanyuurip.com di kantornya.

Pihaknya menjelaskan, beras yang masuk di gudang awalnya kualitasnya bagus, karena melewati tahap seleksi oleh petugas. Proses tersebut terus berjalan setiap ada pasokan hasil panen petani di 20 kecamatan.

“Tidak sembarangan beras masuk gudang, karena menjadi pasokan Nasional,” ujar pria yang baru pindah dari Bulog Bojonegoro ini.

Terkait Raskin kualitas rendah, pihaknya menjelaskan, bahwa beras yang masuk ke gudang Bulog di Jalan Pahlawan Tuban tersebut, tidak bisa langsung didistribusikan ke masyarakat. Alasannya, Beras harus dirolling terlebih dahulu, dengan beras yang sudah berada di gudang sebelumnya.

Baca Juga :   Proyek Blok Cepu Gunakan Galian C Ilegal

“Beras baru, disimpan digudang minimal enam bulan,” tambahnya.

Selain lamanya waktu penyimpanan, faktor alam juga menyebabkan Raskin berkutu. Alasannya saat musim penghujan di beberapa titik gudang ada kebocoran, dan baru diketahui petugas saat membongkar beras.

Diketahui, beras yang diditribusikan Bulog ke masyarakat jenisnya medium bukan premium, sehingga perlu dipahami kualitas beras medium standartnya dibawah jenis premium.

Pihaknya berharap masyarakat jangan mau menerima Raskin yang berkutu, maupun menggumpal. Sebaiknya masyarakat cepat melaporkan ke ketua RT setempat untuk segera diganti beras yang baru.

Sebelumnya, Warga Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Pujiati (31 tahun), mengeluhkan raskin yang diterimanya berkutu. Selain itu, ketika dimasak tidak tahan lama dan cepat berair. Walaupun harganya murah dua ribu per kilogramnya, warga harus mencampur dengan beras lainnya sebelum dimasak.

“Sedikitnya dicampur dengan beras harga 10 ribu rupiah,” tutupnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *