SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Angkatan Laut (AL), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Buyung Lalana, meresmikan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Animha Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Nopember 2015.
Mayjen, Buyung, mengatakan, peresmian tersebut merupakan wujud syukur atas terselesainya pembangunan sarana dan prasarana latihan, dan menjadi simbol dimulainya operasi latihan prajurit marinir.
“Peresmian menjadi awal Prajurit latihan,†kata Mayjen Buyung, kepada SuaraBanyuurip.com usai meresmikan Puslatpur.
Pihaknya sangat berterimakasih kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban atas partisipasinya dalam menyukseskan pembangunan Puslatpur. Adanya pusat latihan tersebut nantinya mampu menciptakan Prajurit yang handal, dan berkarakter lebih dekat dengan masyarakat.
Walaupun perlengkapan Sarpras belum bisa dibilang lengkap secara maksimal, namun pihaknya optimis Prajurit mampu latihan dengan serius. Keyakinan tersebut didukung dengan kondisi, dan letak geografis pantai Tuban yang baik.
“Salah satunya meningkatkan daya tempur pasukan Amphibi,†tegasnya.
Salah satu alasan Pembangunan Puslatpur di Kecamatan Bancar, karena kondisi laut mendukung manuver kendaraan tempur Marinir, termasuk kendaraan tank Amphibi.
Kedepan pihaknya berencana membangun sebuah Datasemen pemeliharaan, didukung kekuatan 200 personil. Jumlah tersebut akan diprioritaskan untuk mengoperasionalkan Puslatpur, sekaligus berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.
“Sedikitnya 200 personil menyesuaikan perlengkapan,†imbuhnya.
Menghadapi tantangan di era modernisasi, Dankormar meningkatkan kekuatan Marinir tidak hanya di Tuban. Tempat latihan  lainnya terletak di Malang dan Situbondo fokus untuk latihan darat, dan Tuban fokus meningkatkan daya tempur dari laut.
Pasukan Marinir harus tangguh menjawab tantangan global, diantaranya menjaga Indonesia sebagai NKRI. Diketahui, perairan Indonesia memiliki peran vital dalam jalur perdagangan Internasional, dan menjadi urat nadi terwujudnya poros maritim dunia.
“Marinir harus siap tempur menjaga kedaulatan NKRI,†pungkasnya.
Kondisi tersebut menjadikan perairan Indonesia rawan adanya tindakan kriminal, diantaranya, penyelundupan, pembajakan perompak, dan terorisme. Mengantisipasi hal tersebut Dankormar berharap prajurit marinir, terus meningkatkan kemampuannya menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Dalam peresmian tersebut ditandani dengan penandatanganan prasasti, dan pemecahan kendi air sebagai simbul beroperasinya pusat latihan marinir di Kecamatan Bancar, Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Nopember 2015. (Aim)