Pertalite Melejit Buka Peluang Kerja

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Semakin berkembanngya pemasaran pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berdampak pengurangan penggangguran karena akan diikuti munculnya apangan pekerjaan baru.

“Ini akan menyerap tenaga kerja baru karena untuk penjualan pertalite harus dijaga operator seperti halnya penjualan preimum dan pertamax,” kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Lamongan, Aslikan kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/11/2015).

Untuk penambahan jumlah operator tergantung dari kebijakan pengelola atau pemilik SPBU. Namun dipastikan dengan semakin ramainya penjualan pertalite diperkirakan jumlah operator baru yang dibutuhkan juga semakin banyak.

Saat ini, PT.Pertamina (Persero) terus memantapkan pemasaran pertalite di bumi Sunan Drajat. Dari 25 SPBU yang ada saat ini, empat di antaranya sudah menjual pertalite yaitu SPBU Banaran, SPBU Pandan Pancur dan SPBU Karanggeneng.

“SPBU lainnya juga sudah banyak yang mengajukan permintaan penjualan pertalite,” ujar pria yang juga pengawas SPBU Ngimbang ini.

Pertamina sendiri, menurut Aslikan, tidak menekan SPBU harus menjual pertalite.”Sebatas himbauan. Mungkin dikarenakan untuk menjual pertalite butuh investasi milyaran rupiah dari menyiapkan lahan, membeli tangki pendam dan dispenser,” ujarnya.

Baca Juga :   Kejaksaan Bojonegoro Geledah Suzuki Surabaya Dalam Perkara Dugaan Korupsi Mobil Siaga

Bagi SPBU yang sudah siap dapat mengajukan diri ke pihak Pertamina untuk menjual pertalite. Dari ajuan itu Pertamina kemudian melakukan peninjauan. Jika dianggap layak, Pertamina baru akan mengeluarkan ijin dan memberikan nomor khusus untuk menebus DO pertalite.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *