Tekan Alih Fungsi Lahan Pertanian

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menghadapi krisis pangan Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), meminta segera dilakukan pembatasan alih fungsi lahan pertanian. Upaya tersebut untuk menjaga ketersediaan pangan wilayah Tuban sampai tahun 2050.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, menjelaskan, ketersediaan lahan pertanian memiliki peranan vital, khususnya lahan produktif disekitar sumber air. Hal tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi melalui Dewan Ketahanan Pangan menggelar sosialisasi tentang ketahanan pangan bersama Dinas Pertanian dan Peternakan.

Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, BPBD, Bappemas KB dan Pemdes setempat, di gedung Korpri Tuban.

“Sedikitnya membutuhkan lahan 28 hektar lahan menopang kebutuhan pangan,” kata Noor Nahar Husain kepada SuaraBanyuurip.com usai acara, Senin, (23/11/2015).

Beberapa Satuan Kerja (Satker) yang terlibat dalam BP2KP, harus giat menemukan solusi praktis serta mampu bertahan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah menekan terjadinya alih fungsi lahan pertanian dengan mengoptimalkan lahan produktif di musim kemarau, untuk menjaga pangan saat musim tanam tiba.

Baca Juga :   Blora Menjadi Lumbung Ternak Terbanyak di Jateng

Terbentuknya BP2KP harus mampu menjaga Tuban sebagai lumbung pangan di tingkat karisedenan, serta aktif menyuplai beras di kancah Nasional. Sikap optimisme tersebut didukung dengan luasan lahan pertanian Tuban seluas 55 hektar.

“Luas tersebut harus dipertahankan ditengah maraknya pembukaan lahan perumahan,” tambahnya.

Terkait pembukaan lahan untuk perumahan di kawasan Mondokan, pihaknya menyebutkan upaya tersebut sudah masuk dalam Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Pemkab, walaupun lahan tersebut mampu panen 3 sampai 4 kali dalam setahun.

Sementara, Kepala Bidang Ketahanan BP2KP, Basoeki, mengatakan, banyaknya praktik pembukaan lahan tidak bisa dihindari melihat kemajuan Tuban dalam sektor industri. Pihaknya berjanji berupaya mensinergikan antara kebutuhan pangan, pola konsumsi, dan jumlah pasokan pangan.

Berdasarkan kalkulasi study pangan kedepan, sedikitnya dibutuhkan lahan seluas 33 hektar yang menopang sektor pertanian, dan perkebunan.

“Ditambah saat ini tersedia 27 lumbung padi menyebar di 20 kecamatan,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *