JOB PPEJ Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sedikitnya 500 warga Dusun Sarirejo, Gandu dan Delik, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, terlibat dalam acara simulasi penanggulangan bencana kegagalan Industri, perusahaan Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) Tuban.

Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi, dan mengukur kesiapan masyarakat sekitar perusahaan, ketika terjadi kebocoran gas asam sulfida (H2S) sewaktu-waktu, Selasa, (24/11/2015).

Gabungan dari unsur Satuan Kerja (Satker), dan relawan juga diterjunkan dalam simulasi meliputi, 81 personil TNI, 81 Polri, 100 SKPD, 30 Linmas, 30 Satpam JOB PPEJ, 50 Banser, 35 relawan, 20 mahasiswa, dan 100 anggota pramuka setempat.

Salah seorang warga asal Dusun Delik, Siswanto (30), mengatakan, kegiatan simulasi tersebut harus sering diberikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat siap dan siaga ketika ada gas keluar.

Pihaknya mengaku, masih kebingungan dengan kriteria gas H2S yang ditimbulkan dari kegagalan industri, dan apa yang harus dilakukan ketika gas tersebut keluar.

“Masih bingung, karena kabarnya gas tersebut tidak berwarna,” kata Siswanto kepada SuaraBanyuurip.com.

Baca Juga :   Blok Migas Trembul Dikabarkan Produksi Tahun 2020

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, mengatakan, masyarakat harus siaga menghadapi resiko bencana industri. Salah satunya kegagalan industri yang disebabkan JOB PPEJ. Gas H2S merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, mudah terbakar, dan mengakibatkan rasa mual sampai meninggal. Gas tersebut muncul dari aktifitas biologis ketika bakteri menguraikan bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen.

“Ciri-ciri munculnya gas H2S baunya busuk dan menyebabkan mual,” tegas Joko.

Walaupun hanya simulasi, namun masyarakat diharapkan serius mengikuti prosesnya sampai akhir. Dalam simulasi, Desa Rahayu yang terpilih menjadi objek, pertimbangannya Dusun tersebut terlatak di ring 1, dan terkena dampak ketika angin mengarah ke barat.

“Simulasi kali ini untuk warga terdampak sebelah barat,” imbuhnya.

Beberapa titik evakuasi yang disiapkan meliputi, titik aman 1A berada di SDN Rahayu lama, titik aman 1B berada di lapangan sepak bola Losari, dan titik aman 1C terletak di lapangan volly Gandu.

“Tim menyiapkan tiga titik aman untuk warga,” katanya.

Baca Juga :   Peningkatan Produksi Banyuurip Sedang Dikaji

Pihaknya berharap, pasca pemberian materi dan praktek simulasi kegagalam indutri, masyarakat setempat lebih siap dan siaga menghadapi bencana. Selain itu, segera melaporkan kepada petugas apabila mencium aroma yang tidak sedap di sekitar perusahaan.

“Masyarakat harus lebih siap, dan segera lapor ke petugas,” tutupnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *