SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Tidak dinyalakannya flaring di well Pad B, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap panasnya cuaca yang sempat banyak dikeluhkan warga sekitar Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Tidak begitu berpengaruh. Bisa jadi karena cuacanya mendung,” ujar Sarti, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (27/11/2015).
Dia mengaku, sudah mendengar kabar tidak dinyalakannya flare well Pad B dari beberapa warga dan pekerja proyek.
Sementara itu, pantauan suarabanyuurip.com dipapan monitoring suhu dan kelembapan udara Balai Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, pada Jum’at (27/11/2015) jam 14.30 WIB menunjukkan angka T : 37.0 derajat celcius. RH : 51.0 persen.
Angka tersebut tak terpaut jauh jika dibanding masih dinyalakan flaring. Pantauan suarabanyuurip.com sebelumnya menunjukkan angka 40.3 derajat celcius. RH 26.6 persen.
Sebagaimana diketahui dalam rangka kegiatan start up di Lapangan Banyuurip, operator proyek Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah menghentikan sementara produksi di well Pad B.Â
Pada tahap ini, flare dihentikan selama kurun waktu kurang lebih dua pekan. Karena itu, pada proses ini hanya well Pad A yang dioperasikan.
Dari dua flare yang sebelumnya menyala, mulai Rabu (25/11/2015) jam 12 malam hanya tinggal dua yang menyala. Yakni well Pad A. (Roz)