SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Rancangan Anggaran Perencanaan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur tahun anggaran 2016 mengalami defisit sebesar Rp79.761.045.678. Penyebabnya, anggaran belanja daerah yang terencana, lebih besar dibandingkan dengan pendapatan daerah.
“Jumlah pendapatan daerah hanya Rp2.194.630.695.122, sedangkan belanja daerah Rp2.227.391.740.800,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada Suarabanyuurip.com, saat ditemui usai rapat paripurna di DPRD setempat kepada SuaraBanyuurip.com.
Defisit tersebut akan ditutup dengan pembiayaan daerah tahun 2015 sebesar Rp79.761.045.678. Pembiayaan daerah sendiri diperoleh dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp81.261.045.678, dikurangi pengeluaran pembiayaan daerah Rp1.500.000.000.
“Sehingga defisit akan tercover,” jelasnya.
Pihaknya menjelaskan, alokasi APBD tahun 2016 bakal difokuskan di beberapa sektor, diantaranya pembangunan infrastruktur publik, ekonomi, pertanian, dan peningkatan layanan Rumah Sakit (RS).
“Masyarakat jangan sampai ada yang mengeluhkan layanan RS,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu, banyak masyarakat setempat yang mengeluhkan layanan RS, dan terbukti ada yang dipulangkan karena kondisinya kurang mampu secara ekonomi.
“Insiden tersebut akan dijadikan evaluasi bagi Pemkab,” pungkasnya. (Aim)