SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan adanya pencemaran limbah di sawah mereka yang kini dalam masa tanam. Disinyalir limbah tersebut berasal dari Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban.Â
“Saya baru menyewa lahannya sekitar satu bulan yang lalu, tapi saat ditanam padi langsung mati,” ujar salah satu petani, Bakir (35), kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (28/11/2015).
Dia menceritakan, padi yang baru berusia satu minggu tersebut layu disinyalir karena adanya cairan kental berwarna mengkilap dan busa yang meresap keluar dari lokasi Pad B, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang di operatori JOB P-PEJ.
“Tadi pagi, baru saja dicek oleh tim dari JOB P-PEJ,” jelasnya.
Bakir berharap, JOB P-PEJ bertanggung jawab dengan adanya pencemaran pada lahan miliknya seluas 2500 meter persegi. Karena, pencemaran seperti ini sering terjadi pada sawah petani lainnya terlebih memasuki musim hujan.
“Kalau musim penghujan memang sering begitu Mbak, sering ada limbah yang mengalir keluar dari pad B,” tukasnya.
Sementara itu, Field Manager JOB P-PEJ, Junizar, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal ini. Pesan pendek yang dilayangkan Suarabanyuurip.com belum juga mendapat balasan. (Rien)