JOB P-PEJ Hentikan Pemboran Sukowati

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengaku dilema dengan permasalahan tenaga kerja di desa ring 1, salah satunya Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang kini tidak lagi bekerja usai rig down dilakukan.

“Kita ini di migas, semua kegiatan operasional harus ada persetujuan dari SKK Migas,” ujar Field Administration Superintendant, JOB P-PEJ, Akbar Pradima, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (2/12/2015).

Adanya rig down (berhenti) di Lapangan Sukowati sejak awal November 2015 dikarenakan dampak harga minyak dunia yang terjun bebas. Sehingga, apabila melakukan pemboran harus melihat dulu tingkat keberhasilannya.

“Kalau pemboran sih masih ada, tapi harus lihat dulu baik dari segi economical maupun resiko lainnya,” imbuh Fajar.

Pihaknya mengaku, saat ini belajar dari pengalaman pemboran-pemboran yang belum beruntung sebelumnya oleh JOB P-PEJ. Sehingga, saat ini mencoba menawarkan program pemboran yang baru.

“Tapi masih masa studi kelayakan,” tukasnya,

Untuk rig down sendiri, memang JOB P-PEJ sudah tidak ada aktivitas pemboran lagi. Karena, masih menunggu dan melihat kondisi harga minyak dunia.

Baca Juga :   Harga BBM Tak Pengaruhi Bawang Putih

“Kalau sudah menyentuh angka normal dan tidak merugikan, kita akan mulai lagi,” pungkasnya.

Saat ini, Produksi minyak Lapangan Sukowati, terus mengalami penurunan. Produksinya tinggal sebanyak 16 ribu barrel per hari (BPH). Produksi itu dihasilkan dari 32 sumur natural dan 4 sumur pompa di Lapangan Pad A dan B.

Sumur natural adalah sumur yang bisa mengalirkan minyak secara otomatis. Sedangkan sumur pompa merupakan sumur yang harus dilakukan pemompaan dengan kedalaman 6 ribu hingga 8 ribu feed. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *