SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) optimis puncak produksi tercapai akhir tahun 2015 ini.
“Sekarang ini kita menuju proses puncak produksi itu, dan tetap mentargetkan tahun ini,” kata juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, kepada Suarabanyuurip.com di kampus Unigoro, Rabu (2/12/2015).
Untuk menuju puncak produski yang ditargetkan sebesar 165.000 Bph dan diperkirakan mencapai 205.000 Bph ini, Rexy menjelaskan, jika sejak 26 November 2015 lalu mematikan sumur di Well Pad B. Sementara Well Pad A dan C masih tetap berjalan.
“Pad B sementara menurun 40.000 Bph dan minyaknya dialirkan ke Central Processing Fasility (CPF),” tambahnya.
Apabila semua lancar, dalam waktu kurang lebih dua minggu maka akan dimulai proses start up. Kemudian dinyalakan lagi, CPFnya di operasikan dan secara bertahap akan naik.
Dia menegaskan, dengan adanya proses tersebut tidak akan menghambat puncak produksi seperti yang disampaikan SKK Migas sebelumnya.
“Kalau semuanya lancar puncak produksi tahun ini bisa mencapai 165.000 Bph, bisa juga lebih,” ungkapnya.
Disinggung terkait sewa Early Production Facility (EPF) yang habis bulan ini, pihaknya mengaku ada pembahasan dengan SKK Migas untuk melakukan perpanjangan.
“Ada pertimbangan seperti itu, masih dibicarakan dengan SKK Migas,” pungkasnya. (Rien)