Jangan Sampai Molor Lagi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro  – Produksi puncak lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu ditarget akan dilakukan pada akhir tahun 2015 ini. Puncak produksi sangat diharapkan untuk menutupi ketimpangan produksi Migas saat ini.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Mashyar, mengungkapkan, saat ini kaitannya dengan kebutuhan nasional khususnya Migas masih terjadi ketimpangan. Hal itu disebabkan karena antara konsumsi setiap hari dengan produksi secara nasional perbandingannya masih jauh.

“Produksi Migas sesuai dengan APBN saat ini hanya 800 sampai dengan 830 ribu barel perhari, sedangkan konsumsi migas saat ini diangka sekitar 1,5 juta barel perhari,” katanya di salah satu universitas swasta di Bojonegoro, Kamis (03/12/2015).

Gap antara konsumsi dengan produksi ini, kata dia, mau tidak mau harus ditutup dengan mendatangkan dari luar negeri. Kebutuhan ini tidak mungkin bisa ditutup dengan hasil produksi sendiri.

Apalagi cadangan minyak secara nasional saat ini semakin menurun. Puncak produksi Blok Cepu diharapkan tidak molor lagi dari target sehingga bisa menutup kebutuhan secara nasional.

Baca Juga :   EMCL Belum Dapat Surat Kuasa Dari Desa

“Pada produksi puncak Blok Cepu sangat diharapkan,” tegasnya.

Puncak produksi minyak Blok Cepu diperkirakan bisa mencapai 165 ribu barel perhari bahkan lebih. Juru Bicara anak perusahaan asal Amerika Serikat, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, sebagai operator pihaknya optimis puncak produksi bisa dilakukan akhir tahun ini.

“Sekarang masih dalam proses menuju puncak produksi dengan melakukan tes Central Processing Fasility (CPF),” katanya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *