SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, menegaskan, kalau tim pembebasan lahan kilang belum waktunya bertindak. Saat ini tahapannya baru sosialisasi berdirinya kilang, belum membahas soal teknis kebutuhan lahan kilang pengolahan minyak mentah di Kecamatan Jenu.
“Timnya sudah ada,†ujar Wabup Tuban, Noor Nahar, kepada suarabanyuurip.com, saat dijumpai di gedung Korpri Tuban, Jumat (24/11/2017) kemarin.
Bekerjanya tim tersebut nantinya berjenjang. Saat ini dari propvinsi baru tahap penetapan lokasi, dan semua ada aturannya. Sekarang juga baru tahap sosialisasi dan masih awal sekali.
Belum sampai materi atau konten tentang pembebasan lahan. Pertamina bersama Pemprov Jatim baru menyampaikan rencana pembangunan kilang kepada masyarakat. Sekarang sudah memiliki lahan 348 hektar, dan mau nambah lagi 219 hektar.
“Sosialisasinya itu yang kemarin ramai,†jelas pria kelahiran Kecamatan Rengel ini.
Pada tanggal 5 November 2017 lalu, secara serentak warga Desa Mentoso, dan Remen, Kecamatan Jenu, menolak pengadaan lahan untuk Kilang Tuban. Protes tersebut disampaikan saat sosialisasi pengadaan lahan di salah satu hotel di wilayah setempat.
“Masyarakat terdampak menolak berdirinya kilang Tuban,” terang perwakilan warga kelahiran Desa Mentoso, Suwarto.
Selama ini lahan pertanian menjadi ladang penghidupan warga. Dari hasil panen padi, jagung, dan kacang bisa dipakai untuk menyekolahkan anaknya sampai lulus.
Pemerintah diminta tidak memaksakan pembebasan lahan seluas 219 hektar. Apabila dilanjutkan samahalnya menunjukan kalau pemerintah otoriter bukan demokrasi. (Aim)