SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pekerja proyek di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mulai gelisah diterpa rencana surplus atau pengurangan tenaga kerja (Naker). Hal itu dilakukan lantaran pengerjaan proyek yang bersentra di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditahun sebelumnya tertunda kini sudah memasuki tahap akhir.
Selain pengurangan naker proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC)-5, belakangan tersiar kabar rencana pengurangan naker di proyek EPC-1 juga akan segera dilakukan.
“EPC-1 juga akan segera ada pengurangan besar – besaran,” kata‎ salah satu pekerja proyek‎ di salah satu sub kontraktor EPC-1, Rakib kepada Suarabanyuurip.com Jum’at (4/12/2015).
Berapa jumlah pengurangannya, dia mengaku tidak tahu pasti. Namun diperkirakan Naker diproyek EPC-1 baik dari sub kontraktor maupun main kontraktor akan tersisa 30 persen.
Pria asli Desa Gayam, Kecamatan Gayam ini memperkirakan dari jumlah naker yang sebelumnya sebanyak 8000 orang akan berkurang menjadi 3000 orang naker.
“Kurang lebih gambaran pengurangan naker seperti itu,” paparnya.
Informasi yang beredar, pengurangan akan dilakukan setelah flaring di well Pad B Lapangan Banyuurip, Blok Cepu kembali dinyalakan.
Sebelumnya, informasi pengurangan naker juga tersiar dari proyek EPC – 5. Pengurangan naker dilakukan oleh salah satu sub kontraktor EPC-5 konsorsium Hutama Karya – Rekind, PT. Nawakara Persada Nusantara yang menangani jasa security.‎ Sedikitnya terdapat 30 orang dari desa sekitar proyek telah di surplus. (Roz)