Produksi Gas Blok Gundih Capai 40 MMSCFD

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Produksi Gas pada Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih telah meningkat dari waktu sebelumnya. Sehingga akan berdampak pada peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) proyek tersebut.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Setyo Edi, menuturkan, tahun ini Blora akan memperoleh DBH gas sebesar Rp22 Miliar. Hal itu, menyusul produksi Gas Blok Gundih telah mencapai 40 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dari target 50 MMSCFD.

“Dengan peningkatan produksi gas inilah DBH Migas Blora dari sebelumnya hanya Rp8,4 miliar naik hingga Rp22 miliar,” katanya.

Sementara itu, terkait perolehan DBH Migas Blok Cepu, pihaknya menyampaikan, bahwa sampai saat ini masih kosong.

“Disebabkan, pembagian DBH Migas Blok Cepu didasarkan pada letak mulut sumur minyak yang di produksi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu sebanyak 28 % ada di Blora, 68 % di Bojonegoro dan 4 % ada di Tuban.

“Namun saat ini sumur minyak yang di produksi ada di Bojonegoro. Sehingga DBH Migas lebih banyak diperuntukkan bagi daerah penghasil yakni Bojonegoro,” jelasnya.

Baca Juga :   Bahas Proyek J-TB, Komisi C Minta Keterlibatan Naker Lokal

Seharusnya, menurut dia, Blora juga bisa menikmati hasil Migas Blok Cepu. Karena 28% wilayahnya berada di Kabupaten Blora.

“Pembagian DBH Blok Cepu jangan hanya didasarkan pada letak mulut sumur, tetapi seharusnya berdasarkan wilayah kandungan migas,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Blora, Ihwan Sudrajat, mengibaratkan Blora dan Bojonegoro seperti Yaman dan Arab Saudi. Yaman yang dikenal negara miskin berdampingan dengan Arab Saudi yang kaya minyak.

“Pemkab akan terus mengupayakan agar Undang-undang yang menjadi dasar DBH bisa berkeadilan,” katanya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *