Nelayan Khawatirkan Pipa KrisEnergy

SuaraBanyuurip.comAly Imron

Tuban – Sejumlah Nelayan di Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengkhawatirkan dampak pemasangan pipa minyak milik PT KrissEnergy, di wilayah perairan setempat.

Kekhawatiran tersebut memuncak setelah pihak KrissEnergy bersama Pemdes setempat, telah melakukan pengukuran lahan beberapa waktu lalu.

“Nelayan khawatir hasil tangkapan ikan nantinya turun,” kata salah seorang nelayan Sobontoro, Kahar (70), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kediamannya, Selasa (08/12/2015).

Pria yang menggeluti pofesinya tersebut sudah bertahun-tahun mencari ikan di wilayah setempat. Wilayah yang juga berdekatan dengan pelabuhan semen Holcim tersebut, telah lama dikenal ikannya melimpah.

Bersama 30 nelayan lainnya sempat berbincang mengenai dampak kedepan pipa tersebut, namun hanya sebatas opini. Penyebabnya Pemdes sampai saat ini belum menyosialisasikan kepada nelayan, terkait informasi pipa KrissEnergy.

“Belum pernah diajak urun rembuk selama ini,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator PT KrissEnergy Tuban, Amir, membenarkan Desa Sobontoro akan menjadi jalur pipa minyak dari perairan utara Bulu.

Rencana tersebut berubah setelah planing awal mengalami kendala teknis. Sehingga pihak KrissEnergy langsung melakukan survey di Desa Sobontoro, tepat sebelah baratnya pelabuhan Holcim.

Baca Juga :   Bebaskan Dari Narkoba, Rutun Razia Kamar Napi

“Ada kendala teknis dalam rencana sebelumnya,” kata Amir ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Terkait kekhawatiran nelayan pihaknya hanya dapat memastikan kalau pemasangan pipa sudah melalui standart operasi. Saat ini masih tahap survey lahan, sehingga pemasangan pipa dilakukan setelah semua perizinan selesai.

“Kita jamin pipa tersebut tidak ada berdampak terhadap nelayan,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *