SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Sedikitnya 25 warga Desa gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur serentak memboikot pelaksanaan Pemilukada 2015. Terbukti sekitar pukul 09.00 WIB ratusan surat undangan pemilihan atau formulir C6 dibakar massal di Dusun Karangbinangun desa setempat.
“Aksi pembakaran sebagai komitmen warga memboikot Pemilukada,†kata Koordinator Forum warga Gaji, Abu Nasir, saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Rabu (09/12/2015).
Pembakaran tersebut dilakukan ketika warga hendak memberikan hak pilihnya, dan berlangsung singkat tanpa pengawalan dari aparat keamanan, baik TNI/Polri setempat. Baru setelah satu jam berikutnya petugas mendatangi warga, yang sudah selesai membakar.
Pihaknya menjelaskan jumlah C6 yang dibakar masal sekitar ratusan formulir, karena setiap orang membawa 10 sampai 15 lembar.
“Satu orang membawa lebih dari satu form, berasal dari keluarga dan kerabatnya,†imbuhnya.
Jumlah C6 yang dibakar tersebut, menyebar di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), Desa Gaji.
Pembakaran tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkab setempat, karena tak kunjung menyelesaikan masalah warga dengan PT Â Semen Indonesia (SI). Diketahui, sejak tahun 2003 sengketa tanah yang melibatkan warga dengan perusahaan BUMN tak kunjung usai.
“Kami kecewa dengan SI dan Pemkab, sehingga tak perlu ada Pemilukada,†tambahnya.
Terkait, penyelesaian sengketa lahan pihaknya telah beberapa kali menggelar hearing dan aksi unjuk rasa dengan SI, maupun Pemkab, namun belum ada hasil.
Tak puas, pihaknya telah melayangkan surat kepada DPR pusat, namun sampai Pemilukada berlangsung belum ada jawaban nyata.
“Surat sudah kami kirimkan beberapa waktu lalu,†tutupnya. (aim)Â