SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Pengeboran illegal (Illegal Drilling) tidak hanya ditemui di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di Blora, Jawa Tengah, aktivitas illegal juga banyak dijumpai.
Menurut Direktur LSM Jati Bumi, Tedjo Prabowo, Pertamina masih kecolongan dengan keberadaan pengeboran illegal. Itu sebagai imbas adanya aktivitas pengeboran ilegal yang dilakukan oleh warga di wilayah Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.
“Di Blora juga ada pengeboran illegal. Di Ngawen, Trembul dan juga Banyuasin. Tidak terpantau oleh Pertamina,” jelasnya.
“Ini membuktikan, pengawasan Pertamina masih lemah terhadap keberadaan pengeboran illegal,†sindir Tedjo.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua KUD Sumber Makmur, Kecamatan Blora, Sukarno. Pihaknya menyayangkan adanyanya pengeboran illegal di wilayah Plantungan yang merupakan wilayah kerja Pertambangan (WKP) PHE Randugunting.
“Illegal Drilling sudah merembet ke Blora. Ada kesan pembiaran dari pemilik wilayah,” kata dia.
“PHE Randugunting harus segera melakukan langkah cepat untuk menanganinya,†saran Sukarno.
Sementara itu, Wresniwiro, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, berterimaskih dengan informasi yang diberikan. Pihaknya mengakui, lemahnya pengawasan lantaran keterbatasan personel.
“Tenaga kami terbatas,” jelasnya.
Iwan Rudiyanto, Act. Exploration Manajer, juga tidak menampik dengan keberadaan illegal Drilling di WKP PHE Randugunting.
“Yang melakukan aktifitas kebanyakan bukan dari warga setempat. Akan tetapi orang-orang pemilik modal,” kata dia.
Dirinya mengku masih melakukan kajian untuk menentukan langkah. “Kita tidak mau gegabah. Saat ini masih melakukan kajian, langkah apa yang akan dilakukan,” pungkasnya. (ams)