Produksi Sumur Tua Menurun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pertamina EP Asset IV menyebutkan, produksi sumur tua di Kecamatan Kedewan dan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami penurunan sejak sebulan terakhir.

“Dari awalnya sekitar 1.500 barel perhari, sekarang tinggal 500 barel perhari,” kata General Manager PEP Asset IV, Wishnu Indadari, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu di Bojonegoro.

Sementara itu, akibat penurunan produksi di sumur tua, PT Geo Cepu Indonesia (GCI), selaku KSO Pertamina EP Asset IV mulai melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja (naker).

“Mulai bulan ini ada 22 karyawan tidak diperpanjang kontraknya dan 29 karyawan dirumahkan,” ujar VP Security and Risk Management Geo Corporation Limited, Tommy Nasution, kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek.

Pihaknya berharap dengan adanya pengurangan naker tersebut tidak menimbulkan konflik sosial. Sehingga operasional PT GCI tidak terganggu dan bisa menjalankan tugas sesuai komitmen dengan Pertamina EP.

“Sampai saat ini belum ada aksi demo, dan kami harap itu tidak terjadi. Karena memang pengurangan ini alasan operasional,” pungkasnya. (Rien)

Baca Juga :   BPN Tunggu Tim Appraisal Tunjukan SKK Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *