SuaraBanyuurip.com – ALi Musthofa
Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial untuk diproduksi. Terbukti dari 16 kecamatan yang ada, semuanya mempunyai lokasi atau pun lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Apalagi saat ini di Blora telah hadir  lima Kontrak  Kerja Sama Operasional (KSO) Migas baru. Hal itu menjadikan operasional kegiatan Migas sudah merata di seluruh kecamatan yang ada.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy, mengatakan, selama ini produksi minyak di wilayah Blora masih didominasi sumur-sumur di lapangan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. “Itu baru sumur-sumur tua saja yang sudah berproduksi,” katanya, Rabu (19/3/2014).
Menurut Setyo Edy, sumur tua-sumur tua yang sudah berproduksi itu berada di Kecamatan Sambong, Jiken, Kedungtuban, dan Kecamatan Jepon. Sedangkan di Kecamatan Bogorejo, Banjarejo, dan Kecamatan Ngawen dalam tahap pengusahaan.
Selain potensi minyak mentah, ada potensi sumur gas yang berada di Kecamatan Kedungtuban, Randublatung, dan Kecamatan Kradenan yang berada di area Blok Gundih.
Di Blok Gundih ini sudah berdiri Central Processing Plan (CPP) atau Kilang Pengolahan Gas Sumber. Hasil produksinya akan dikirim untuk memasok kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik di Tambaklorok, Semarang.
“Hadirnya  lima KSO baru berarti eksplorasi Migas di Blora nantinya bisa merata di seluruh kecamatan,†kata Edy.
Adapun lima KSO baru yang ada di Blora tersebut diantaranya KSO Pertamina EP – Foster Trembes Petroleum Ltd, KSO Geo Cepu Indonesia, KSO Banyubang, KSO Alas Dara Kemuning (ADK) serta KSO Blok Blora.
Wilayah kerja KSO Pertamina EP – Foster Trembes Petrolium antara lain berada di wilayah Blora barat seperti Kecamatan Kunduran dan Jati, untuk KSO Pertamina EP- Â Geo Cepu Indonesia berada di empat struktur di Blok Cepu diantaranya struktur Ledok Kecamatan Sambong, Nglobo Kecamatan Jiken dan Semanggi Kecamatan Jepon, dan Kawengan (Bojonegoro).
Sedangkan KSO Banyubang berada di Kecamatan Jiken dan Bogorejo. KSO Banyubang dikelola PT.Banyubang Patra Energy yang merupakan anak perusahaan PT. Blora Patra Energi (BUMD milik Pemkab Blora..
“Ditambah lagi  KSO Alas Dara Kemuning (ADK) wilayah kerjanya ada di Kecamatan Jiken yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) ADK. Serta KSO Blok Blora yang dikelola PT Sele Raya Energi yang wilayah kerja pertambangannya (WKP) meliputi Kabupaten Blora yang berada di di Kecamatan Kradenan, Randublatung dan Kedungtuban,” terang Setyo Edy.
Sementara itu, untuk Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting baru-baru ini telah melakukan pemboran pencarian titik potensi minyak di Sumur KGR- I yang ada di  Kecamatan Tunjungan. Meski sebelumnya telah melakukan pemboran di Kecamatan Japah dan Todanan, hanya saja  kegiatan eksplorasi tersebut belum menghasilkan minyak.
Namun demikian,  PHE Randugunting akan kembali berencana  melakukan eksplorasi di wilayah Blok Randugunting lain yang berada di Desa Plantungan yang berada di Kecamatan Blora Kota. (ali)