SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Nasib petani pada musim tanam padi kedua kian merana akibat serangan hama. Sebagimana yang dialami sejumlah petani di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Padi yang belum lama ditanam oleh petani setempat diserang hama jenis keong emas.
“Siang ditanam keesokan harinya sudah dimakan keong, kalau dibiarkan bisa habis,†ungkap salah satu petani desa setempat, Sunardi kepada Suarabanyuurip.com Senin (28/12/2015).
Menurut dia, serangan hama jenis keong mas kerap terjadi hampir setiap tahun. Para petani pun melakukan berbagai cara untuk mengusir serangan hama tersebut. Diantaranya menjebol pematang sawah yang tergenangi air. Selain itu cara lain yang digunakan adalah dengan menyemprot pestisida dan mengambil satu demi satu keong yang menyerang.
â€Kalau dibiarkan dalam jangka semalam maka bisa ludes tanam padinya,†keluhnya.
Sunardi mengungkapkan, diusia tanam satu hari sampai dua minggu merupakan masa – masa rawan serangan hama. Sebab dimasa itu batang padi masih muda.
Petani lain, Sutomo menguatakan serangan hama keong emas dapat berdampak pada kualitas pertumbuhan padi. Agar kualitas padi tetap  terjaga, langkah yang dilakukan petani dengan cara menyulam kembali padi yang terserang hama. Cara itu terpaksa dilakukan meski secara biaya operasional bertambah.
“Terpaksa kita menyulaminya nanti hasil tetap maksimal,†ungkapnya. (Roz).