Omset Penjual Terompet Turun 50 Persen

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang akhir tahun 2015 omset penjual terompet dan pernak-pernik tahun baru di Tuban, Jawa Timur, turun 50 persen. Hal tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya  sejak Natal tiba, banyak warga dari berbagai usia menyerbu asesoris pelengkap tahun baru tersebut.

“Rata-rata penghasilan kotor perhari Rp 100 ribu,” kata salah seorang penjual terompet asal Wonogiri, Jawa Tengah, Ranoanto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Alun-alun Tuban, Senin (28/12/2015).

Padahal tahun sebelumnya rata-rata pedagang mendapatkan omset Rp 200 ribu per hari. Nominal tersebut sudah bersih dipotong modal dan kebutuhan lainnya, sedangkan penghasilan tahun ini masih omset kotor. 

Pihaknya heran apa penyebab masyarakat kurang berminat terhadap pernak-pernik tersebut, padahal setiap tahunnya perajin terompet terus berinovasi membuat terompet.

Beberapa jenis dan kisaran harga terompet tahun ini, meliputi, terompet obor Rp 10 ribu, terompet plastik bentuk naga Rp 15 ribu, terompet spon bentuk naga Rp 25 ribu, terompet boneka Rp 10 ribu, terompet plastik jumbo Rp 40 ribu.

Baca Juga :   PPI Palang Dibangun dengan Tiga Sumber Anggaran

Sebagai pedagang terompet musiman, pihaknya setiap tahun selalu datang ke Tuban. Terhitung tahun 2014 ada 12 pedagang yang berangkat ke Tuban untuk mendulang rupiah. Tetapi akibat ekonomi lesu tahun ini hanya berangkat 7 orang.

“Tahun ini ekonominya kurang stabil,” imbuhnya.

Sementara, pedagang lainnya Sunarso (30), membenarkan bahwasanya minat beli masyarakat masih rendah. Terbukti setiap hari hanya mendapatkan penghasilan Rp 90 ribu sampai Rp 110 ribu, mulai menggelar lapak pukul 09:00 WIB sampai 21:00 WIB.

Pun demikian, pihaknya tetap optimis saat malam tahun baru nantinya, bakal banyak yang membeli asesoris tahun baru. Menyikapi sepinya daya beli masyarakat semua pedagang terompet belum berani harga.

“Menaikkan harga tergantung permintaan pasar,” pungkasnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *