SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan -Tahun baru identik dengan terompet. Moment ini dibidik oleh para perajin terompet di Lamongan,Jawa Timur, untuk berburu rejeki.
Meski tahun baru 2016 masih beberapa hari lagi para pedagang terompet sudah memenuhi tempat-tempat keramaian.
“Sudah sepuluh hari ini mas jualan teromet,” kata pedagang terompet di kaliotik Lamongan kota, Manaf Senin (28/12/2015)
Dalam sehari pedagang asal Desa Sumberaji,Kecamatan Sukodadi ini bisa menjual 15-20 terompet. Harga terompet sendiri variatif antara Rp10 ribu-Rp20 ribu.
Model terompet sendiri semakin beragam tidak hanya bentuk kerucut.Para perajin banyak melakukan kreasi dengan menciptakan terompet berbentuk naga,tongkat mayoret, kupu-kupu dan beragam bentuk binatang lainya.
“Sebagian besar perajin mengunakan bahan terompet dari atom tidak dari kertas lagi.Meski sedikit lebih mahal namun lebih awet,” ungkapnya.
Pedagang terompet lainnya dipasar Agrobis, Jais, mengaku omset penjuakan terompet lebih meningkat dibanding tahun lalu.
“Mungkin karena ada libur panjang muludan dan natal penjualan meningkat hingga 25 persen,” ungkap Jais.
Dirinya memastikan, pada jelang hari tahun baru penjualan akan semakin ramai dimana banyak orang akan merayakan pergantian tahun dengan meniup terompet.(tok)