Pintu Tanggul Tak Berfungsi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -Pintu tanggul Bengawan Solo di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak bisa difungsikan. Hal itu menjadi penyebab melubernya air dari Bengawan Solo ke perkampungan hingga menyebabkan banjir.

Menurut Erik Supriyanto, aktivis Tanggap Bencana (Tagana) Cepu, tidak bisa ditutupnya pintu air tanggul Bengawan Solo terjadi sudah lama, sejak selesainya proyek tanggul tersebut beberapa tahun silam.

“Pintu air tak bisa di tutup. Masih ada jarak. Sehingga pintu tidak bisa tertutup penuh,” kata dia, Senin (28/12/2015).

Hal itu disebabkan, adanya hambatan permanen berupa pelat pada pintu tersebut dengan lebar 80 cm dan tinggi 100 cm.

“Jadi air menerobos masuk melalui pintu air. Kalau begini fungsinya apa? Kalau tidak ada fungsinya buat apa dikasih pintu?” tandasnya.

Sementara itu, menurut Wirastomo Wisnu, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum Wilayah Cepu, seharusnya Balai Besar Bengawan Solo (BBwS) menyediakan penjaga pintu air.

“Karena setiap pintu air harus ada penjaganya. Tapi selama ini belum ada,” kata dia.

Baca Juga :   Kartar Ngraho Panen Raya Padi Organik

Dia melanjutkan, dari pelaksana proyek pernah menyediakan penjaga pintu air. Namun hingga saat ini penjaga tersebut tidak ada.

“Dulu penjaga pintu inklud dengan pengerjaan proyek,” terangnya.

Dirinya juga mengaku telah melaporkan kondisi itu kepada BBwS. “Akan tetapi sampai saat ini juga belum ada tindak lanjut,” ungkap Wisnu. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *