SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, hingga bulan Desember 2015 ini jumlah pengangguran mencapai 22.000 orang.Â
“Jumlah ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 19.000 orang,” kata Kepala Disnakertransos, Adie Witjaksono, Rabu (30/12/2015).
Kenaikan jumlah pengangguran tersebut, dikarenakan berkurangnya tenaga kerja di proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) 1 dan 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam. Sehingga, membuat Disnakertransos terus berupaya untuk mengakomodir pengangguran tersebut.Â
“Kami menghimbau supaya masyarakat Bojonegoro mengurus kartu pekerja atau kartu kuning, sehingga database mereka bisa tercover semuanya,” tukasnya.
Selain berkoordinasi dengan pengusaha yang ada di Bojonegoro saat ini, baik yang bergerak di sektor migas maupun non migas, Pemkab masih terus memberikan pelatihan kepada 12.000 tenaga kerja untuk membuka peluang usaha dan mengurangi tenaga kerja.
“Nantinya, masih ada unitisasi Jambaran-Tiung Biru oleh PEPC yang bisa menyerap tenaga kerja. Apalagi sebagian masyarakat memiliki pengalamannya di Blok Cepu,” pungkasnya. (Rien)