Drilling Eksplorasi Sumur TPN-2 Menuju 2.900 Meter

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – PT Pertamina Eksplorasi Produksi (P EP) Asset 4 Field Cepu, menjelaskan, kini status drilling atau pemboran eksplorasi Sumur Tapen (TPN) 02 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah mendekati kedalaman 2.900 meter.

Hal tersebut dipastikan pasca selesaianya Running Casing 9 5/8″, N/U bell nipple dalam operasi 24 jam terakhir.

“Saat ini telah selesai Running Casing 9 5/8″, N/U bell nipple, dan sedang ganti Pipe RAM 9-5/8″ ke variable RAM 4-1/2″-7″,” kata Field Menager Pertamina Asset 4, Agus Amperianto, kepada SuaraBanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (3/8/2016).

Untuk rencana lanjut, pihaknya akan melakukan Function & pressure test BOP. Stand Up 30 jts DP 5″. Masuk PDC 8-1/2″ + BHA DD spi jajak TOC. Sirkulasi. UTS. Bor semen. Setelah selesai Bor Semen lanjut hingga akhir trayek pemboran di 2.900 meter.

“Kedalaman ini menjadi titik terakhir sebelum ditemukannya cadangan minyak,” imbuhya.

Sebelumnya, Pertamina EP telah menyelesaikan tahap Logging atau teknik mengambil data dari formasi dan lubang sumur menggunakan istrumen khusus. Berbagai pekerjaan telah dilakukan mulai pengukuran data properti elektrikal (reservitas dan konduktifitas pada berbagai frekuensi), ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekana formasi, pengambilan material formasi (cooring) dari dinding sumur.

Baca Juga :   Pemerintah Tertutup Soal Data Cost Recovery Blok Cepu

“Tahap Run II Logging (PEX-HRLA-ADT). Logging III (CMR-LS). Trip, Logging IV (MDT). Logging V (XL-Rock). Trip masuk Csg 9-5/8” juga telah selesai,” tambahnya.

Diketahui, Sumur Tapen (TPN) di Desa Sidoharjo ditargetkan dapat berproduksi lebih dari 600 Barel Per Hari (Bph). Dengan catatan, Pemerintah menyetujui rencana pengembangan (Plant of Development/PoD) sumur TPN tahun 2017 mendatang.

Kini produksi baru diperoleh dari sumur TPN-1 sebesar 170 Bph. Sedangkan TPN-2 sedang dilakukan eksplorasi dan ditargetkan berproduksi 250 Bph-300 Bph. Sementara produksi TPN-3 dibawah TPN-1 dan saat ini sedang dilakukan evaluasi.

“Untuk lokasi TPN-01, status sumur masih pengamatan produksi setelah pasang lifting Sucker Rod Pump (SRP),” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *