Tiga Desa Potensi Tanah Gerak

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, meminta 3 desa di 3 kecamatan untuk mewaspadai kerentanan tanah gerak yang mengancam setiap saat. Peringatan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Tiga desa tersebut meliputi, Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Tuban.

“Desa tersebut harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Kasi Rekontruksi BPBD Tuban, Edi Prawoto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di kantornya, Kamis (31/12/2015).

Diketahui, Dinas ESDM Jatim melayangkan surat nomor 326/747/414.115/2015, pada tanggal 21/12/2015. Selang beberapa hari BPBD langsung membuat surat tembusan ke masing-masing kecamatan.

Terkait penyebab kerentanan tanah gerak di tiga desa tersebut, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail. BPBD hanya menerima surat, kemudian meneruskan ke Kecamatan.

“Ahli geologi ESDM Jatim yang lebih paham,” tambahnya.

Selain tanah gerak, kawasan tersebut juga rawan longsor dan banjir bandang. Mengantisipasi hal tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga :   DPR Tuding Ada Pengoplosan Beras

“Kami sudah mengajukan perlengkapan urgent untuk menghadapi bencana ke Provinsi,” imbuhnya.

Tercatat, tahun ini pihaknya mengajukan beberapa posko, 15 ribu sak, bronjong, dan perlengkapan penanggulangan lainnya. Perlengkapan tersebut akan difokuskan di 4 kecamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Benagwan Solo, meliputi Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang. Selain itu, daerah hilir seperti Kecamatan Merakurak, Montong, dan Parengan.

“Setiap tahunnya kawasan tersebut rawan banjir bandang,” tambahnya.

Pihaknya menghimbau Pemerintah Kecamatan untuk waspada, dan terus memonitoring perkembangan Desa yang telah dipetakan Dinas ESDM Jatim. Selain itu, segera menyosialisasikan kepada masyarakat secepatnya untuk lebih berhati-hati.

“Setiap perubahan alam harus segera dilaporkan agar cepat diatasi,” harapnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *