SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Para nelayan di pantai utara (Pantura) Lamongan, Jawa Timur menyambut gembira kabar akan turunnya harga solar yang akan diberlakukan pemerintah pada tanggal 5 Januari 2016 mendatang.
Solar menjadi modal utama para nelayan untuk kebutuhan melaut. Dalam sehari untuk melaut para nelayan harus megeluarkan biaya ratusan ribu untuk membeli jenis bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi ini. Jika harga solar turun mereka akan diuntungkan karena dapat menghemat pengeluaran.
“Turunnya harga solar jelas sangat menguntungkan bagi para nelayan,” kata salah satu nelayan di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Supriyadi, kepada SuaraBanyurip.com, Jumat (1/1/2015).
Dijelaskanya para nelayan umumnya mengunakan dua jenis perahu untuk melaut, yaitu perahu kecil dan perahu besar. Untuk sekali berlayar perahu kecil mengunakan solar sebanyak 30 liter dan perahu besar 100 liter.
“Jika harga solar turun Rp850 perliter, maka para nelayan akan bisa memangkas kebutuhan melaut antara Rp25 ribu hingga Rp85 ribu. Selisih tersebut nilainya cukup besar bagi para nelayan kecil seperti kami,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji mengharapkan turunnya harga solar berdampak pada naiknya kesejahteran para nelayan.
“Semoga turunya harga solar bisa bertahan lama dan tidak naik lagi, sehingga para nelayan bisa menata ekonominya,” harap Samiaji.
Diketahui pemerintah akan menurunkan harga premium dan solar pada tanggal 5 Januari nanti. Harga premium yang sebelumnya Rp7400 turun menjadi Rp7.150 atau turun 250 perliter. Sedangkan harga solar dari Rp6700 turun menjadi Rp5950 atau turun sekitar 750 perliter. (tok)