SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Pertamina ISC untuk tetap memberikan jatah minyak mentah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang akan mendirikan kilang minyak.
“Kami terus meminta Pertamina ISC supaya memberikan jatahnya kepada Pemkab melalui BUMD,” tegas Sekretaris Komisi B, Lasuri, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/1/2015).
Keberadaan kilang minyak di Bojonegoro dinilai akan memberikan multiplier effect di masyarakat. Terlebih, adanya Blok Cepu yang mampu menyumbang 20 persen kebutuhan minyak nasional.
“Tidak hanya kepada Pertamina ISC saja, tapi kepada ExxonMobil juga. Semua harus sadar akan besarnya potensi kilang minyak ini bagi Bojonegoro,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Asri Dharma Sejahtera, BUMD yang mengelola jatah Participating Interest (PI) Blok Cepu, Ganesha Askari, menyatakan, sudah terikat kontrak antara Badan Kerjasama (BKS) dengan Pertamina ISC dalam penjualan minyak mentah.
“Jatah porsi minyak yang diperoleh BKS hanya 10 persen dari jatah kontraktor Blok Cepu sekitar 18-20 persen. Nanti kalau puncak produksi jatah Bojonegoro bisa diatas 5000 Bph,” tutupnya. (rien)